10 August 2015

[Review] Semuda, Selalu Muda

semuda, review semuda, fritz nuzir, cerpen, novel

Judul: Semuda, Selalu Muda
Penulis: Fritz Nuzir
Penerbit: The Phinisi Press
Tebal: 160 halaman
ISBN: 9786021765104


"Sekali kita meninggalkan sesuatu,bukan tidak mungkin untuk kembali. Hanya saja jalan yang ditempuh haruslah selalu maju untuk kemudian memutar, bukan dengan mundur atau malah menunggu. Dan dalam perjalanan itu, kita akan menemukan banyak keajaiban."
[Review] Semuda, Selalu MudaBuku ini sebenarnya adalah kumpulan cerpen yang dibuat oleh penulis dalam waktu yang berbeda, dan kemudian dikumpulkan menjadi satu buku dengan satu benang merah, yaitu sang tokoh dalam cerita, Muda. Cerita diawali dengan kelahiran Muda, sejarah masa lalunya yang tidak biasa, dan pengorbanannya untuk orang yang disayang.

Sejak kecil Muda sudah tinggal dengan neneknya, terpisah dengan kedua orang tuanya. Ketika sang Nenek meninggal, Ayahnya datang dan membawa Muda tinggal bersamanya. Mereka tinggal di gubuk di belakang stasiun, Ayahnya bekerja serabutan untuk menghidupi mereka. Kehidupan yang berat membuat Ibu Muda meninggalkan mereka. Hingga akhirnya Ayah Muda sakit dan meninggal, Muda harus berjuang hidup sendiri. 


Hidup Muda tidak bisa dibilang mudah, menjadi pengamen pun dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tinggal di daerah kumuh yang rawan kejahatan, berkelana ke benua Eropa, hingga menjadi pembunuh bayaran pun dilakoninya. Apakah hidupnya berakhir bahagia?


Baca juga: [Review] The Capricious Robot

Buku ini terdiri dari 10 cerpen, dan setiap judul selalu mengandung kata Muda. Cerita tidak hanya fokus pada Muda, tetapi ada tokoh-tokoh lain yang masih memiliki hubungan dengan Muda. 

Karena ini sebenarnya adalah kumpulan cerpen, maka setiap bab memiliki tema yang berbeda-beda, dari sosial hingga action, dengan bumbu kisah-kisah cinta. Penulis memberikan gambaran yang detil tentang peristiwa dan lokasi, yang membuat pembaca ikut masuk ke dalam cerita. 

Yang aku suka dari buku ini, penulis bisa membuat kumpulan cerpen ini memiliki alur yang enak dibaca sehingga seluruh cerpen menjadi satu kesatuan, seperti sebuah novel. Konflik dalam setiap cerita sangat kuat, mengaduk-aduk perasaan pembaca, dan membuat penasaran sehingga ingin terus membaca. Setiap cerita memiliki ending yang susah ditebak dan membuat terpana. Buku ini aku beri rating 4/5, recommended.

Happy reading ^_^



38 comments :

Silahkan tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak mengandung SARA, dan tanpa link hidup
Terima kasih ^_^

  1. saat ini saya lagi senang baca novel atau kumpulan cerpen. mungkin bisa dilirik juga nih... :)

    ReplyDelete
  2. Jadi penasaran pengen baca... :)

    ReplyDelete
  3. Wah pngen baca juga mbak.
    Adain give away mbah hhe

    ReplyDelete
  4. wah uda llama juga aku nda baca antologi cerpen
    kayaknya ini menarik ya, di samping nama tokoh utamanya yang emang unik :)

    ReplyDelete
  5. Aku seneng juga baca cerpen apa novel...tapi belakangan...setiap ke toko buku, kok yang beli buku anak-anak mlulu yaaa...:-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi bagus dong mbak kalo anaknya gemar membaca :)

      Delete
  6. Muda, yg trus ada dalam pikiranku segitiga Bermuda yg ganas itu...eh tryta kehidupan Muda jg gk kalah "ganas"nya yah.... eaaaak disambung2in

    ReplyDelete
  7. dalam 1 buku ada 10 cerpen mbak??? wah menarik sekali bukunya,apalagi selalu ada kata "selalu muda" :D

    ReplyDelete
  8. Wah, udah lama gak baca kumpulan cerpen. Boleh, nih :)

    ReplyDelete
  9. Novelnya keren dan jadi rindu mau baca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk baca lagi mas, aku juga udah lama gak baca buku nih

      Delete
  10. Semuda itu nama orang toh...hihi salah menafsirkan judul.
    enak nih jadi refrensi bacaan (y)

    ReplyDelete
  11. Selalu Muda.

    Hihihii...
    Bagi saya itu adalah cita-cita
    :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi kalo jiwa yang selalu muda bisa banget mbak :)

      Delete
  12. Kayaknya saya juga perlu baca nih Mbak buku itu ya.. Oleh karena itu pinjem dong Mbak bukunya?? hehehehehehehehehehehe :)

    ReplyDelete
  13. kalo baca pasti bisa semuda :)
    menarik untuk dibeli bukunya
    biar bisa merasakan langsung alur ceritanya

    ReplyDelete
  14. ini yang asyik mbak, endingnya susah ditebak nggak kayak sinetron endingnya udah ketebak tapi tetep aja dipelototin hehehe, pengennn muda lagi hehe

    ReplyDelete
  15. Seperti antologi cerpen ya mbak.
    .tp satu penulis... :)

    ReplyDelete
  16. Wah makasih inonya mbak. Eh ini di toko buka Gramedia atau Togamas uda ada blm ya?

    Salam kenal mbak :D

    ReplyDelete
  17. berarti saya harus beli bukunya ya mbak agar tau kisah muda selanjutnya, memang sangat sedih juga kayanya nih, soalnya ayah muda meninggal karena ekonomi juga. :(
    nanti saya coba beli bukunya, terimakasih ya mbak..

    ReplyDelete