16 February 2014

Seni Kaligrafi Jepang


Selama tinggal di Jepang ini, aku ikut kursus bahasa Jepang. Disini banyak kursus bahasa Jepang yang gratis, salah satunya yang sering aku datangi di Com City, Kurosaki. Disini selain belajar tentang grammar bahasa Jepang, juga diajarkan tentang kanji.


Beberapa waktu lalu di tempat ini kami belajar Shoudo, yaitu seni kaligrafi Jepang. Yang ditulis bisa bermacam-macam. Mungkin hampir sama dengan kaligrafi Arab, tapi waktu itu kami hanya belajar dasar-dasarnya saja.

Peralatan yang diperlukan sudah disediakan dari tempat kursus. Alat-alat yang digunakan yaitu:
  • Shitajiki, yaitu alas agar tinta tidak mengotori meja.
  • Bunchin, yaitu pemberat kertas agar kertas tidak bergerak ketika kita menulis.
  • Hanshi, kertas khusus untuk kaligrafi. Ada sisi yang agak kasar dan ada yang halus, dan kita menulis di bagian kertas yang halus.
  • Suzuri, yaitu tempat untuk tinta.
  • Sumi, yaitu tinta yang digunakan untuk menulis.
  • Fude, yaitu kuas yang digunakan untuk menulis. Ukuran kuas ini ada bermacam-macam, dan yang kami gunakan adalah kuas yang besar.

Mungkin kelihatannya menulis kaligrafi itu mudah, sama seperti kita menulis hiragana atau kanji di kertas. Tetapi setelah dicoba ternyata susah. Ada teknik-teknik tersendiri seperti tarikan, tebal tipisnya garis, bahkan cara duduk pun ada aturannya.


Karena aku baru pertama kali ini belajar shoudo, jadi masih banyak salahnya. Untuk satu kata saja bisa diulang sampai lebih dari 5 kali. Tapi seneng sekali ketika sensei bilang kalau hasilnya sudah bagus. Kanji yang aku tulis di foto itu dibaja hana, yang artinya bunga.

No comments :

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak mengandung SARA, dan tanpa link hidup
Terima kasih ^_^