24 September 2014

My Second Pregnancy


Alhamdulillah akhirnya kehamilan yang sudah ditunggu sejak lama datang juga. Sebenarnya sudah merencanakan kehamilan ini sejak anakku yang pertama berumur 4 tahun, tapi ternyata sekaranglah waktu yang tepat.

Kehamilan kali ini memang berbeda dengan yang dulu, dan memang katanya setiap kehamilan itu pasti berbeda-beda. Kalau yang sekarang aku lebih mudah capek, lebih sering sakit pinggang, lebih sering sakit kepala, dan diawal-awal malah susah makan.


Dan yang membuat sangat berbeda yaitu kehamilan kedua ini aku jalani di Jepang, dengan kebudayaan yang berbeda dan bahasa yang berbeda. Untungnya saat ini pun banyak pendatang dari Indonesia yang juga sedang hamil, bisa menjadi tempat bertanya.

Aku memeriksakan kehamilanku di rumah sakit, karena salah seorang teman Indonesia yang juga sedang hamil, memeriksakan kehamilannya disini, jadi aku nebeng periksa. Kebetulan disini dokternya perempuan, dan sedikit bisa berbahasa Inggris. Di daerah tempat tinggalku, jarang ada yang bisa bahasa Inggris, jadi walaupun dokternya cuma bisa sedikit bahasa Inggris, ini sudah sangat membantu.

Tidak seperti di Indonesia, dokter-dokter disini sangat pelit dalam memberikan obat-obatan. Orang hamil itu bukan orang sakit, jadi tidak perlu obat-obatan. Sumber vitamin yang dibutuhkan selama kehamilan lebih dianjurkan didapat dari makanan. 

Setelah melakukan pemeriksaan di dokter, dokter akan memberikan pengantar yang harus disampaikan ke kelurahan. Pengantar ini isinya memberitahukan kalau kita sedang hamil. Lalu kelurahan akan memberikan buku panduan selama kehamilan, serta jadwal-jadwal kegiatan yang berhubungan dengan kehamilan.


Buku ini berisi panduan untuk ibu hamil dan baru melahirkan. Di dalamnya berisi data-data selama kehamilan, catatan setiap pemeriksaan, dan catatan nanti ketika melahirkan. Buku ini juga berisi data mengenai bayi, catatan pemeriksaan bayi, jadwal imunisasi, semua sudah lengkap sampai nanti anak berumur 6 tahun.


Buku yang ini berisi potongan harga untuk pemeriksaan darah, maklum biaya kesehatan kan mahal, jadi karena disini semua orang punya asuransi, biaya pemeriksaan darah akan dipotong, walaupun tidak banyak tapi lumayan bisa meringankan.

Untuk biaya pemeriksaan dan rumah sakit, karena ini merupakan pertama kalinya aku periksa, biayanya lebih mahal sebesar 10.000 yen atau sekitar 1 juta rupiah, ini karena belum dicover asuransi, dan untuk pendaftaran rumah sakit pun termasuk mahal. Tapi untuk pemeriksaan selanjutnya biaya akan lebih kecil, malah temanku yang sedang hamil itu sudah beberapa kali periksa tidak perlu membayar.

2 comments :

Silahkan tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak mengandung SARA, dan tanpa link hidup
Terima kasih ^_^

  1. beda bgt ya mak dgn di Indo, kalo disini kmrn kontrol saya lgsg dikasi penguat & vitamin. krn kehamilan msh muda bgt. sehat terus ya mak dedek bayi dan ibunya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak makasih ^_^
      sama-sama jaga kondisi badan ya mak :)

      Delete